Nov 16 2010

Kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan Tengah Menjadi Permainan Politik Tingkat Tinggi

Gayus Tambunan

Gayus Tambunan

Jakarta (ANTARA) – Pengamat Politik Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan kasus terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan saat ini tengah menjadi permainan politik tingkat tinggi.

“Kasus ini menjadi besar karena melibatkan aktor politik, dan penanganannya pun menjadi politis. Tentu saja kasus Gayus ini akan menjadi tarik ulur di antara aktor-aktor politik yang terlibat,” katanya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, tarik ulur dalam penanganan kasus Gayus Tambunan terkait dengan Pemilu 2014.

Ia menilai Pemilu 2014 akan menjadi pemilu yang “liar”. Hal ini terutama karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak lagi bisa mencalonkan diri menjadi presiden pada 2014.

“Sehingga beberapa kalangan ingin kasus Gayus menjadi senjata, kasusnya bisa diambangkan dan sewaktu-waktu dibutuhkan baru dinaikkan lagi,” katanya.

Menurut dia, apabila hal ini terus berlanjut maka demokrasi di Indonesia akan disandera. “Praktik politik yang muncul menjadi tidak sehat dan malah menyadera demokrasi kita,” katanya.

Untuk itu, menurut dia, perlunya Presiden bersikap tegas memerintahkan aparat penegak hukum untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

Ia mengatakan, kasus ini bukan hanya masalah Gayus, namun juga terkait dengan perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh aktor politik. Untuk itu, menurut dia, kasus ini juga harus diusut tuntas sampai dengan para perusahaan yang melakukan suap.

“Termasuk dengan perusahaan-perusahaan milik Bakrie yang ditangani Gayus. Kalau kasus ini tidak diselesaikan saya khawatir kasus hukum menjadi bias politik. ini masalah `political will` (keinginan politik), Presiden berani melakukan tekanan untuk kerja profesional aparat penegak hukum tidak,” katanya.

Seperti diberitakan, Gayus Tambunan saat menjadi pegawai direktorat jenderal pajak telah melakukan aksi penggelapan pajak dan menjadi makelar pajak bagi sejumlah perusahaan. Termasuk disebutkan juga menjadi salah satu petugas pajak perusahaan milik Bakrie. Aksi Gayus tersebut diduga meraup kekayaan hingga Rp300 miliar.

Gayus ditahan di Rutan Mako Brimob. Namun meski ditahan, Gayus ternyata bisa keluar masuk bahkan bepergian ke berbagai tempat dengan menyuap petugas jaga.

Foto mirip Gayus sempat tertangkap kamera saat menonton pertandingan tenis di Bali padahal ia seharusnya menjalani tahanan.

Foto tersebut kemudian menjadi berita besar yang pada akhirnya diungkapkan oleh Mabes Polri adanya modus penyuapan terhadap petugas tahanan.

Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20101115/tpl-pengamat-kasus-gayus-jadi-permainan-cc08abe.html

Artikel Lainnya:

Kata Kunci Pencarian:

Leave a Reply

CommentLuv badge

Alibi3col theme by Themocracy