May 03 2010

Apakah Metode E-learning Lebih Baik dari Metode Belajar Konvensional?

Sejarah

Belajar Jarak Jauh

Belajar Jarak Jauh

E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois  di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

  1. Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
  2. Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
  3. Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
  4. Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

Semakin surutnya minat metode belajar konvensional

E learning

E learning

E-learning adalah sebuah kegiatan atau aktifitas yang seperti kita ketahui bersama, yaitu, kegiatan belajar dan mengajar melalui media elektronik. Media elektronik yang digunakan untuk media pembelajaran adalah bermacam-macam. Dapat melalui media internet, dapat pula melalui media lainnya yang pada dasarnya berfungsi untuk mendukung proses belajar mengajar.

Banyak keuntungan yang bisa kita ambil dari teknologi e-learning ini. Beberapa diantarannya adalah:

Waktu. Saat ini di setiap belahan dunia sudah pasti akan sangat konsen terhadap pemanfaatan waktu, mereka akan mencari waktu sesingkat mungkin untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Semakin cepat waktu yang digunakan akan semakin memberikan benefit bagi pelakunya. Dalam pemanfaatan teknologi informasi ini (e-learning) proses belajar ataupun mengajar menjadi hemat waktu, mengapa demikian? Karena setiap orang yang hendak belajar hanya perlu mengakses media tersebut, sebut saja internet. Para pelajar tidak perlu lagi mendatangi pengajar mereka lantaran mereka sudah bisa mengakses materi pembelajaran yang dikirimkan pengajarnya melalui email.

Biaya. Faktor ini merupakan faktor yang penting lantaran penggunaan media pembelajaran yang menghabiskan dana besar seperti kertas yang digunakan untuk hand out adalah suatu tindakan yang boros, dan juga tidak ramah lingkungan. Dalam hal ini e-learning menjadi jawaban atas kelemahan atau kekurangan yang ditimbulkan dari proses belajar konvensional.

Jangkauan. Dengan adanya metode pembelajaran e-learning jarak bukanlah hambatan bagi para pelaku pendidikan, baik pengajar maupun pelajarnya. Mereka yang sudah bisa mengakses media internet sudah bisa dipastikan bisa melakukan proses pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang merupakan salah satu kegiatan dari e-learning. Dengan menghilangnya faktor jarak pada e-learning maka proses pembelajaran akan semakin efisien bagi pengajar dan pelajarnya.

Seperti Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik.

Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh “contents writer”, designer e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :

  1. melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir.
  2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya.
  3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

3 Responses to “Apakah Metode E-learning Lebih Baik dari Metode Belajar Konvensional?”

  1. Mila says:

    thank u , saya jadi dapet ide buat thesis dari sini :))

  2. rheza says:

    syukurlah kalau begitu, berarti tulisan ini bermanfaat.. semoga thesisnya cepat selesai yah.. 🙂

  3. Mila says:

    sama2 .
    mohon doanyaa :))

Leave a Reply

Alibi3col theme by Themocracy